"Pupuk jenis TSP yang dijadikan sampel saat pengujian warnanya cenderung lebih gelap. Sementara pupuk yang datang ke kelompok tani terlihat lebih putih. Setahu kami pupuk TSP tersebut berasal dari Thailand," ujarnya.
Meski demikian, pernyataan tersebut masih merupakan keterangan dari narasumber dan belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa pupuk yang disalurkan tidak sesuai spesifikasi atau merupakan pupuk palsu.
Perbedaan warna saja tidak cukup untuk membuktikan mutu atau keaslian suatu produk tanpa didukung hasil pengujian laboratorium.
Media ini masih berupaya mengonfirmasi dugaan tersebut kepada pihak vendor asal Jambi, lembaga penyelenggara program, dinas terkait, maupun BPDP untuk memperoleh penjelasan mengenai proses pengadaan, pengujian sampel, dan distribusi pupuk.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi maupun hasil pemeriksaan yang menyimpulkan adanya pelanggaran.