"Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar belanja konsumtif negara. Program ini merupakan investasi produktif yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus menciptakan lapangan kerja. Mengawal keberlanjutan MBG berarti mengawal masa depan anak-anak dan menjaga denyut nadi ekonomi rakyat Pamekasan," ujar khairul.

 

AMPBB menyebut, di Kabupaten Pamekasan saat ini telah beroperasi sekitar 128 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dengan rata-rata 50 tenaga kerja di setiap SPPG, program tersebut diperkirakan telah membuka sekitar 6.400 lapangan kerja langsung.

 

"Selain menyerap tenaga kerja, keberadaan SPPG juga bisa meningkatkan permintaan terhadap berbagai komoditas lokal seperti beras, sayuran, telur, ikan, daging, hasil peternakan, jasa transportasi, hingga produk UMKM," ungkapnya.

 

AMPBB menegaskan aksi damai tersebut bukan merupakan bentuk penolakan maupun kepentingan politik praktis, melainkan gerakan moral masyarakat untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis terus berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan manusia serta kebangkitan ekonomi lokal.

 

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, perguruan tinggi, media, dan organisasi kemasyarakatan untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, serta Pamekasan yang lebih maju dan sejahtera," pungkas Khairul Kalam.