Pamekasan, Transatu – Memasuki musim tanam hingga menjelang panen tembakau, Pemerintah Kabupaten Pamekasan mulai mengintensifkan pendampingan kepada petani. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga mutu hasil produksi sekaligus membuka peluang harga jual yang lebih kompetitif pada musim tembakau tahun 2026.
Kepala Bidang Produksi Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan, Andi Ali Syahbana, mengatakan pemerintah daerah terus melakukan pengawasan di lapangan serta memberikan pembinaan kepada kelompok tani agar kualitas tembakau yang dihasilkan memenuhi kebutuhan industri.
Menurutnya, mutu hasil panen menjadi faktor utama yang menentukan nilai jual di tingkat petani. Karena itu, pendampingan dilakukan sejak proses penanaman, pemeliharaan hingga waktu panen agar kualitas daun tembakau tetap terjaga.
"Target kami bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan kualitas tembakau petani semakin baik sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibanding musim sebelumnya," katanya.
Ia mengakui musim tanam tahun ini masih menghadapi tantangan akibat kondisi cuaca yang berubah-ubah. Meski demikian, pemerintah berharap kondisi iklim ke depan lebih bersahabat sehingga tidak mengganggu produktivitas maupun kualitas tembakau.