Insentif Guru Ngaji Amburadul dan Tidak merata, Aktivis Forkot Siapkan Gelombang Massa Menuju Kesra Pamekasan
Kamis, 1 Januari 1970 | 07:00 WIB
Foto: Dokumentasi Transtu.id
TRANSATU.ID,PAMEKASAN - Aktivis Forum kota (Forkot) akan melakukan aksi demonstrasi soal program insentif guru ngaji di kabupaten Pamekasan.
Aksi tersebut diagendakan pada hari kamis 22 Agustus 2024, bertempat di kantor bagian Kesra Setda Kabupaten Pamekasan.
Ketua Forkot Pamekasan, Samsul Arifin menilai bahwa kegiatan insentif guru ngaji amburadul datanya dan terkesan dipaksakan, sebab dari 4 ribu lebih guru ngaji se kabupaten Pamekasan hanya 1.300 yang terdata menjadi penerima insentif dan masih ditemukan ada dua penerima terdaftar dalam satu KK.
"Program ini amburadul dan hanya menimbulkan kecemburuan sosial antar guru ngaji di Pamekasan,"ujarnya kepada awak media, Selasa, 20 Agustus 2024.
Sehingga Forkot dan sejumlah guru ngaji akan melakukan aksi demonstrasi dengan tuntutan :
1. Evaluasi program insentif guru ngaji.
2. Semua guru ngaji se Pamekasan harus menjadi penerima Insentif.
3. Hapus penerima double dalam satu keluarga.
4. Kabag Kesra mundur dari jabatannya karena telah gagal menjalankan programnya.
"Semua guru ngaji mempunyai hak yang sama, demi guru ngaji se Pamekasan, kami komitmen Kawal tuntas tuntutan tersebut,"pungkasnya.

Ketua PMT Merangin Kritik Penjegal Putra Tabir dan Kemunduran demokrasi
Bungkam di Konfirmasi, F-BPM Nilai KPU Merangin tidak Profesional
Danrem 084/Bhaskara Jaya Kunjungi Sumur Bor Bantuan Kemenhan Di Wilayah Kodim 0826/Pamekasan