MERANGIN, Transatu.id -- Wakill Ketua DPRD Merangin Fahmi mengecam tindakan Inspektorat Jaya Kasuma menindas dan Intimidasi Kepsek yang berani membuka Kebenaran pasca puluhan kepsek mengadu ke gedung DPR.
Kebenaran itu adalah hak semua orang ditambah lagi Inspektorat leding sektor saber pungutan liar (pungli), mengapa pelantikan 237 kepala sekolah dibuang jauh hingga menimbulkan kegaduhan mendalam.
"Seorang Inspektorat Jaya Kusuma membuat kegaduhan, ada seorang kepsek berani membuka Kebenaran, malah ditekan di Intimidasi, seharusnya Inspektorat juga membongkar punglinya,"tegas Wakil Ketua DPRD Fahmi kepada Transatu.id.
Sebelumnya Mencuat Kepsek Ditekan Inspektorat, hingga Jaya Kusuma membenarkan Inspektorat tidak masuk ranah kepsek.
Inspektorat masih secara resmi mengirimkan surat kepada dinas pendidikan.
