Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan impor energi juga berpotensi menambah tekanan terhadap neraca transaksi berjalan Indonesia.
Baca Juga:Beda Pilihan, Satu Demokrasi
Meski demikian, pemerintah dan otoritas moneter meyakini fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat.
Berbagai langkah stabilisasi, termasuk intervensi pasar dan optimalisasi kebijakan devisa hasil ekspor (DHE), terus dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Baca Juga:Siap - Siap 5 Jurusan dengan Peluang Cepat Jadi CPNS, Nomor 1 Paling Banyak Dibutuhkan Pemerintah
Pengamat memperkirakan pergerakan rupiah dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi perkembangan konflik geopolitik global, arah suku bunga Amerika Serikat, serta sentimen investor terhadap aset negara berkembang.