Ia menambahkan, seluruh pemain merupakan kepala desa aktif yang mayoritas berusia di atas 40 tahun. Khusus Kabupaten Sampang, berdasarkan kesepakatan bersama, panitia memperbolehkan keikutsertaan penjabat (Pj.) kepala desa.

 

Menurut Fauzi, meski persaingan diprediksi berlangsung ketat, tujuan utama PKDI Cup tetap untuk mempererat silaturahmi, memperkuat solidaritas antar kepala desa, sekaligus mendorong pola hidup sehat melalui olahraga. Panitia juga menggratiskan biaya pendaftaran seluruh tim serta membuka akses gratis bagi masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan.

 

Ketua PKDI Kabupaten Pamekasan, Farid Afandi, mengajak seluruh peserta menjadikan PKDI Cup II sebagai momentum memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan kekompakan antarkepala desa di Madura.

 

"Turnamen ini bukan semata-mata mengejar kemenangan, tetapi menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi yang lebih baik, dan memperkuat soliditas organisasi. Kami berharap seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas, saling menghormati, serta membawa semangat kebersamaan hingga kembali ke daerah masing-masing," kata Farid.

 

Sementara itu, Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman menegaskan bahwa turnamen sepak bola ini memiliki makna lebih dari sekadar kompetisi olahraga.