Ia menerangkan, nama "BANI" sendiri merupakan singkatan dari Bakti Anak Nurani Ibu, yang menjadi filosofi dasar seluruh gerakan kemanusiaan yayasan. Karena itu, penyematan nama almarhum ayah dan ibundanya telah diterapkan di berbagai program sosial yang telah selesai dibangun.
Beberapa fasilitas yang telah menggunakan nama tersebut di antaranya Istana Tahfidz Ainun Bani di Majalengka, Dapur Ainun di Cirebon, Asrama Tahfidz Ainun Bani di Pacet Sidoarjo, Masjid BANI di Lamongan, Asrama Umar Syarif di Wonoagung Pondok Rimba, serta Mushalla Ainun Bani di Badur, Sumenep.
Lebih lanjut, Ali mengatakan bantuan Rp2 miliar itu memang dirancang disalurkan secara bertahap, dengan sebagian besar berupa pengadaan barang dan pembangunan fasilitas, bukan seluruhnya dalam bentuk uang tunai.
Karena itu, ia mengaku terkejut ketika muncul permintaan nomor rekening yayasannya.
Meski muncul perbedaan persepsi, Ali mengajak seluruh relawan BIP untuk tidak memperkeruh suasana. Ia meminta semua pihak tetap mengedepankan semangat kemanusiaan, menjaga komunikasi, dan menghindari polemik yang berlarut di ruang publik.