Menurut dia, pemanfaatan perangkat seperti Interactive Flat Panel (IFP) dapat mendukung proses belajar yang lebih interaktif dan kolaboratif. Namun, keberhasilan transformasi digital tetap bergantung pada kompetensi guru dalam mengoptimalkan teknologi yang tersedia.
Pelatihan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama untuk guru kelas 1 hingga 3 berlangsung pada 22–24 Juni 2026, sedangkan tahap kedua untuk guru kelas 4 hingga 6 dijadwalkan pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026.
Pengawas sekolah sekaligus perwakilan K3S, Bambang Wimbo Hapsoro, menekankan pentingnya kesiapan guru dalam memanfaatkan berbagai fasilitas teknologi yang telah disediakan pemerintah, termasuk akses internet dan perangkat pendukung pembelajaran digital.
"Dengan sarana yang tersedia, guru harus mampu mengoptimalkannya untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan kepada siswa," katanya.
Sementara itu, Dekan FKIP Universitas Madura, Dr. Moh. Zayyadi, menegaskan bahwa penguatan numerasi harus dimulai dari pemahaman konsep yang benar oleh guru agar tidak terjadi miskonsepsi dalam proses pembelajaran.
