Dalam arahannya, Wabup A. Khafidh mengingatkan pentingnya peran aktif seluruh OPD dan lembaga keuangan untuk turun langsung ke masyarakat.

 

"TPAKD ini harus menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif. Kita tidak ingin program ini hanya berhenti di atas kertas atau sekadar pemenuhan indikator administratif. Sinergi antara pemerintah daerah, OJK, perbankan, dan pelaku usaha harus benar-benar dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat di tingkat akar rumput, terutama para petani dan pelaku UMKM kita," ujar A. Khafidh di sela-sela acara.

 

Sebagai bentuk dari komitmen tersebut, acara juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan pembiayaan dan permodalan kerja guna menyokong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Merangin.

 

Penyaluran permodalan ini menyasar dua kluster pelaku usaha. Melalui jalur Bank Pembangunan Daerah (BPD), bantuan modal kerja dan investasi disalurkan dalam skala makro dengan nominal mencapai ratusan juta rupiah. 

 

Di antaranya diserahkan kepada Kurniamah sebesar Rp50 juta untuk modal kerja usaha catering, M. David Ade Sanjaya sebesar Rp50 juta, dan M. Febriansyah sebesar Rp100 juta yang keduanya dialokasikan untuk investasi perkebunan sawit.